Rabu, 08 September 2021

Diecast Lamamu Jangan Kamu Buang


Diecast Lama

Kembali lagi ngomongin masalah Diecast, Diecast merupakan salah satu produk hobi yang punya banyak peminat. Disini saya akan Sharing bagaimanakah cara Repair Ulang Diecast Lama menjadi Baru Lagi
Langsung saja....
Bahan yang diperlukan :

- Diecast Lama (Merk UNICAR) Scale 1/64
- Cat Semprot (Black, White, Red, Clear)
- Masking Tape (Selotip Kertas) untuk menutupi bagian yang tidak di cat
- Kertas Waterslide Decal Transparant (Cetak Laserjet Full Colour)
- Sticker Vinyl Waterproof
- Amplas Halus
- Obeng Kecil + (Plus)
- Cutter


Proses Awal

Bongkar seluruh bagian pada Diecast menggunakan Obeng dan Cutter



Setelah semua terlepas amplas pada bagian diecast yang terbuat dari plastik sampai halus dan rata





Setelah semua rata dan halus cat ulang diecast menggunakan cat semprot
Kepala Truk, Tangki, dan Chasis





Setelah kering, tutup tangki menggunakan masking tape/selotip kertas untuk menghasilkan 2 warna pada tangki diecast (warna merah dan putih)


Cat lagi menggunakan warna merah beberapa lapis sampai rata dan halus


Setelah kering lepas masking tape/selotip kertas


Siapkan Kertas Decal yang sudah saya cetak menggunakan Printer Laserjet
lapisi menggunakan cat clear berulang ulang 5 lapis cat
dan potong bagian per bagian


celupkan kertas decal beberapa detik menggunakan media air (water transfer)


setelah terpasang keringkan air menggunakan cutton bud
jangan sampai ada air (benar - benar kering)


kemudian cat kembali menggunakan cat clear untuk proses finishing


tunggu sampai cat kering dan rakit kembali diecast seperti semula
pasang asesories tambahan saya pakai sticker vinyl waterproof



Diecast seperti baru lagi
cocok buat koleksi




Link Video Lengkapnya
kunjungi Budi Karya 1989 Channel Youtube
https://youtu.be/7KOreHG4P2A










Teknik Mudah Cara Custom Diecast








     Saat ini menjadi kolektor DIECAST bukanlah suatu hal yang aneh. Tingginya angka peminat terhadap hobi yang satu ini membuat pertumbuhan kolektor mainan di Indonesia semakin pesat setiap tahunnya. Salah satu jenis diecast yang akan saya bahas adalah Custom Diecast Model Lokalan. Disini saya akan sharing "Bagaimanakah cara custom diecast?" Diecast yang saya gunakan scale 1/87, dimensi Panjang 19 cm x Lebar 3 cm x Tinggi 4 cm, Merk Welly, bahan terbuat dari metal dan plastik, ringan dan kuat. 

Bahan yang dibutuhkan untuk Custom Diecast :

- Cutter

- Obeng Kecil + (Plus)

- Amplas Halus

- Cat Semprot (Black, White, Red, Clear)

- Kertas Decal Transparant ( Print Laserjet Full Colour)

- Kertas Sticker Vinyl Waterproof  ( Print Laserjet Full Colour)

- Lem Panas  

- Dempul Plastik

- Lem Setan / Lem Alteco

- Cotton Bud


Proses Awal Custom

Bongkar semua bagian pada diecast, Kepala Trailer, Kabin, Kaca, Chasis, Trailer, menggunakan obeng kecil, dan cutter untuk membuka bagian yang terkunci.


Amplas pada bagian trailer, disini yang saya gunakan amplas halus, fungsi dari pengamplasan adalah untuk menghilangkan bagian teks dan memudahkan untuk merekatkan cat semprot.


Setelah selesai lem pada bagian sambungan diecast menggunakan Lem Alteco, tutup pada bagian lubang menggunakan lem panas, setelah itu lapisi dengan dempul plastik




setelah dempul kering, amplas lagi sampai halus jangan sampai sambungan terlihat


Siapkan cat semprot, Cat Dasar dan Cat Warna Pokok
Bagian Trailer, Kabin, Chasis Truk





Setelah kering siapkan kertas decal yang sudah di cetak menggunakan Printer Laserjet


Note : Sebelum pemasangan Decal, Kertas Decal sudah terlapisi dengan cat clear sebanyak 5 kali penyemprotan dengan jeda 15 menit/ lapisan, dan potong perbagian decal.

Proses pemasangan decal menggunakan media air (Water Transfer) dan untuk menghilangkan air menggunakan Cutton Bud




Setelah semua dikeringkan menggunakan cutton bud, finishing lagi menggunakan Cat Clear


Pasang asesories tambahan, disini saya menggunakan Sticker Vinyl Water Proof
dan rakit kembali diecast seperti semula


Hasil Akhir






Link Video Selengkapnya dari Proses Awal Sampai Akhir
Kunjungi Channel Youtube Saya

Budi Karya 1989 Channel Youtube
https://youtu.be/KQmolfe2HiQ















Rabu, 10 Juli 2013

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.


Ambarawa awalnya merupakan sebuah kota militer pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Raja Willem I memerintahkan untuk membangun stasiun kereta api baru yang memungkinkan pemerintah untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. Pada 21 Mei 1873, stasiun kereta api Ambarawa dibangun di atas tanah 127.500 m². Pada awalnya dikenal sebagai Stasiun Willem I.[2]
Willem I Stasiun Kereta Api awalnya titik pengangkutan antara 8 ½ 4ft di (1435 mm) cabang rel dari Kedungjati di timur laut dan 3ft 6in (1067 mm) baris rel selanjutnya menuju Yogyakarta melalui Magelang dari arah selatan. Hal ini masih bisa terlihat bahwa kedua sisinya dibangun stasiun kereta api untuk mengakomodasi ukuran yang berbeda.[3]
Museum kereta api Ambarawa kemudian didirikan pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun Ambarawa untuk melestarikan lokomotif uap yang kemudian datang ke akhir masa pemanfaatan kembali ketika 3ft 6in (1067 mm) jalur rel kereta api dari Perusahaan Negara Kereta Api ditutup. Ini merupakan museum terbuka yang terdapat di samping stasiun asli.[3]


Museum ini melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp dan lori wisata Ambarawa-Tuntang pp. Kereta wisata Ambarawa-Bedono pp atau lebih dikenal Ambarawa Railway Mountain Tour ini beroperasi dari Museum ini menuju Stasiun Bedono yang jaraknya 35 KM dan ditempuh 1 jam untuk sampai stasiun itu. Kereta ini melewati rel bergerigi yang hanya ada di sini dan di Sawahlunto. Panorama keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan.
Pemandangan yang dapat dinikmati dari kereta dan lori Ambarawa-Tuntang pun tak kalah bagusnya. Kereta ini berangkat dari stasiun menuju Stasiun Tuntang yang berada sekitar 7 km dari museum. Di sepanjang jalan dapat dilihat lanskap menawan berupa sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening di kejauhan. Kereta ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi ditutup pada 1980-an karena prasarana yang rusak.
Harga karcis kereta wisata adalah Rp50.000 per orang, sedangkan lori Rp10.000 per orang. Harga sewa kereta Rp3.000.000
Museum mengoleksi 21 lokomotif uap. Saat ini terdapat 3 lokomotif yang dapat dioperasikan. Koleksi yang lain dari museum adalah telepon antik, peralatan telegram morse, bel antik dan beberapa perabotan antik.[3]

Lokomotif Uap B2502, salah satu dari dua lokomotif yang masih aktif dan merupakan salah satu di antara tiga yang tersisa di dunia.

Lokomotif Uap C1507 yang dipajang didepan Museum.

Lokomotif B5112 sedang menjalani test run Ambarawa-Tuntang pp.
Beberapa lokomotif uap adalah 2 B25 B2502 0-4-2T / 3, yang dari armada asli dari 5 dipasok ke garis sekitar 100 tahun yang lalu (lokomotif ketiga (B2501) disimpan di sebuah taman di kota terdekat) E10 yang E1060 0-10-0T yang semula dikirimkan ke Sumatera Barat pada tahun 1960 untuk bekerja di kereta api batubara, tetapi kemudian dibawa ke Jawa, dan sebuah lokomotif konvensional 2-6-0T C1218 yang dikembalikan untuk dapat digunakan kembali pada tahun 2006. Namun,lokomotif E1060 dibawa ke Sawahlunto sedangkan lokomotif C1218 dibawa ke Surakarta dijadikan kereta wisata Jaladara. Baru-baru ini museum ini dapat lokomotif diesel hidrolik D300 23 yang berasal dari dipo lokomotif Cepu yang dipindah ke dipo lokomotif Ambarawa pada 6 Oktober 2010. Lokomotif uap B 5112 yang buatan pabrik Hanomag, saat ini sedang menjalani test run di sekitar museum setelah 30 tahun mati. Saat ini museum ini mempunyai koleksi baru seperti Kereta Kayu CR Madura, Kereta Kayu Magelang, NR Kayu Balai Yasa Yogyakarta dan lain-lain. Direncanakan museum ini akan datang berberapa koleksi baru seperti D52099 yang berada di Taman Mini Indonesia Indah dan C2902 yang berada di Perhutani Cepu.